Monday, February 24, 2014

Monster Erotica (Part 2) : The Night Gaunt, Bigfoot, Minotaur

Setelah pengalaman pertama yang 'lumayan' sukses dengan kisah erotis leprechaun, saya pun cukup pede untuk mengembangkan sayap membaca buku kedua dari serial ini. Saya bahkan sudah berkhayal bahwa kalo otak saya sanggup mengimajinasikan semua serial ini, saya bakal mencoba baca novel pararom. #horeee

Novela ini bermula dari Kim yang tersadar dari pingsannya. Dia gak tahu gimana dia bisa nyampe ke ruangan itu, dia juga gak tahu siapa yang udah menculik dia.

Lalu datang 3 wanita (Pam, Greta, Trena) menghampirinya. Ketiga wanita tersebut bercerita bahwa mereka berada di sebuah desa entah di mana. Desa ini dikuasai oleh Raja para Night Gaunt. Penduduk desa membuat perjanjian dengan sang raja bahwa mereka akan menyediakan satu gadis setiap hari Jumat untuk di-fuck (for the lack of better word) oleh sang raja. Satu syarat dari sang raja : gadis yang ditidurinya haruslah perawan dan tak boleh berhubungan dengan pria mana pun.

Pam, Greta dan Trena adalah sex slave sang raja, dan sekarang Kim pun termasuk di antaranya. Kim menggantikan gadis sebelumnya yang ketahuan berselingkuh kemudian dibunuh oleh raja Night Gaunt.

Lalu tibalah hari jumat malam itu...

Kim didandani, dipakein baju cakep bahkan dikasi cocktail berisi obat perangsang sebelum dibawa ke gua tempat sang raja meniduri para budaknya. Di gua itu, Kim digantung terbalik layaknya kelelawar karena Night Gaunt ini sejenis kelelawar raksasa dan mereka ngesexnya dengan posisi gelantungan terbalik (emang kelelawar beneran gelantungan ya kalo having sex? Gak pusingkah?)

Mungkin memang ada yang namanya chemistry, ato mungkin karena Kim memang cewek yang unik, yang pasti baik Kim mau pun sang raja sangat menikmati adegan celup-sambil-gelantungan-kebalik itu. Tiap malam Kim memimpikan sang raja dan terbangun dalam kondisi horny sementara sang raja merasa gelisah karena dia tak bisa melupakan Kim.

Jumat berikutnya adalah giliran Pam yang jadi persembahan. Melihat Pam ketakutan, raja Night Gaunt pun sadar bahwa Kim istimewa karena hanya dia lah wanita yang tak takut padanya. Lalu si Night Gaunt pun ngegorok leher Pam dan terbang.
Warga desa yang panik melihat Pam tewas jadi ketakutan akan amarah sang raja. Di malam berikutnya, mereka mengirim Greta sebagai persembahan (egois banget ya penduduk desa nya!). Kali ini, sang raja menjelaskan kepada Greta kalo dia cuma mau Kim dan gak mau cewek lain. Doh...kenapa dia gak ngomong dari kemarin ya? Kenapa juga kudu gorok leher Pam?

Anyway....esok malam penduduk desa mengirim Kim dan sejak itu penduduk desa dan para Night Gaunt hidup tenang dan bahagia.

Sebenernya dari segi cerita sih gak ada masalah ya. Lumayan bagus kok. Kalo udah baca buku yang Leprechaun di situ ada tokoh raja Night Gaunt yang sangat mencintai ratu-nya. Nah...Night Gaunt yang dimaksud adalah Night Gaunt yang ini dan ratunya jelas si Kim. Sayangnya...adegan sex dengan Night Gaunt itu gak masuk di otak saya (._.)

Sebelum saya lanjut, biar saya jelaskan dulu kalo saya tipe pembaca visual. Untuk bisa mengerti dan menikmati isi suatu buku (apapun itu), saya harus bisa membayangkan tiap adegan yang ada di buku tersebut.
Contohnya nih, semasa kuliah untuk bisa mengerti bagaimana proses sirkulasi darah, saya harus bisa membayangkan gimana struktur paru-paru, jantung, pembuluh darah, dan organ-organ lainnya. Setelah saya tahu letak para organ ini, saya harus bisa membayangkan gimana para organ itu bekerja sampe darah bisa mengalir ke seluruh tubuh. Kalo imaji ini gak terbentuk di otak saya, biar 100 kali pun saya baca itu teori sistem peredaran darah, saya gak bakal bisa ngerti maksudnya apa. Ribet? Emang iya sih. Yah....mau diapain lagi.

Jadi...untuk bisa menikmati buku ini, saya harus bisa membayangkan gimana si Kim itu bisa have sex dengan Night Gaunt. Dan saya gagal membentuk imaji apapun (_ _")
Coba aja....itu Night Gaunt dibilang kayak kelelawar gede, tak berwajah, berbicara lewat telepati, dan hobi nge-fuck sambil gelantungan kebalik. Heu? Saya susah nih ngebayangin gimana caranya.

But since I'm such a glutton for punishment, I read the next ebook from Ren.
Yang ini berjudul "Cum For Bigfoot", berkisah tentang Porsche (namanya beneran Porsche walo nasibnya sih beda jauh sama mobil sport itu) dan dua temannya yang sedang camping lalu diculik oleh serombongan Bigfoot (Yeti) dan dijadikan budak seks. Bahkan sampe akhir pun mereka tetap ditawan oleh para bigfoot itu.

Udah...cuma segitu doang yang mau saya ceritakan karena sumpah...saya gak kuat. Iya...saya tahu ada beberapa orang yang suka bestiality. Buat saya sih, itu urusan pribadi mereka ya. Selama gak nyenggol dan merugikan orang dan hewan lain, ya biarin aja lah. Tapi saya sendiri gak tahan dengan bestiality.
Swear...saya selalu menganggap diri terbuka pada keabsurdan macam apapun.Trisam, forsam? Ah biasa. Gangbang? Sini! #eh Caroline Diaz bercinta sama mobil?  Aneh sih tapi ya sudahlah ;)

Saya bahkan masih gak berkedip waktu baca cerita (oke...fanfic tepatnya) yang nyebut-nyebut angry dragon, lipton teabag, chili dog, carpet cleaner, the mu...Ebentar deh! INI KOK JADI KAYAK SEX SLANG 101??!!! O.o #LoYangMulaiWi #oiya ( ._.)
(ps : oya....gak usah kepo gugling yang saya sebut di atas yaa)

Balik ke topik...
Saya masih bisa kalem (walo geuleuh) baca itu semua. Tapi bestiality adalah batas saya. It disgusts me to the bone. It's in the same digusting level with pedophilia and necrophilia. Just...eugh! Dan gak peduli segahar apapun big foot, buat saya dia tetaplah sekeluarga dengan gorila. Jadi cerita ini termasuk bestiality. Enough said.

Terbukti saya emang gak gampang kapok :))
Setelah sukses mengatasi mual pasca baca bigfoot, saya melanjutkan baca ebook berikut dari seri The Horny Monster yaitu The Horny Minotaur, buah karya Nikita King.

Ceritanya tentang Sara yang diculik dan dibawa ke dimensi lain. Di dimensi ini para makhluk dongeng dikurung dalam sex dan dipaksa untuk berkembang biak. Sara ditugaskan untuk menjadi partner sex dari Warrick si minotaur.

Namun Warrick ini minotaur yang beda. Dia emoh meniduri Sara atau cewek mana pun. Dia gak mau keturunannya lahir dalam penjara untuk kemudian diperbudak. Dan setelah sekian lama (oke...sebenernya gak segitu lamanya juga) gantian Sara yang gregetan karena dicuekkin sama Warrick. Sekarang...justru dia yang berusaha menggoda Warrick supaya si minotaur mau having sex sama dia :)).

Dari 4 cerita yang sudah dibaca, ini yang paling mending sih. Warrick is such a sweet heart, beda dengan Collin si leprechaun yang rapist itu, juga Night Gaunt yang hobinya gorok leher orang, dan jelas jauh banget dibanding si Bigfoot.  Dan cerita ini punya plot yang bagus karena setelah Warrick sadar kalo dia mencintai Sara, dia pun memutuskan untuk kabur dari perbudakan yang selama ini diterimanya.

So...it is a good story and I should have liked it. Tapi...
Yah gimana ya....saya gak bisa bilang ini masuk bestiality karena walau pun bentuknya banteng, tapi Minotaur bukan hewan biasa. Mereka bahkan lebih cerdas daripada manusia. Akan ada jutaan fans fantasi yang ngamuk kalo saya menyamakan minotaur dengan banteng biasa. Jelas....cerita ini gak bisa dianggap bestiality.
Dan gak ada adegan forced sex juga di sini. Malah Sara nya kepengen banget dicelupin (bahasanyaaa) sama Warrick.  Tapi....saya gak bisa membayangkan apa jadinya kalo Sara beneran hamil bayi minotaur.

Minotaur kan gede buanget. Sara seukuran wanita normal. Kalo dia hamil anak minotaur, kandungannya bakal segede......ah sudahlah...otak saya mau meledak bayanginnya >.<

Kesimpulannya, setelah baca empat novela pararom, saya pun makin sadar kalo genre ini kurang cocok buat saya. Untuk sementara, saya pun menjauh dulu deh dari dunia Paranormal Romance (Heleeeh, ini mah bukan Paranormal Romance ah X) X) - Ren) . Kecuali ada yang bisa kasih saya ebooknya "Snowballin' : I Fucked Frosty". Yang itu tampak menarik :))


2 comments:

  1. *mual*
    *memutuskan ga akan membaca ini seumur hidup*
    makasih udah bikin review, jadi merasa udah diwarning untuk ga ikut menderita bersamamu :))

    ReplyDelete
  2. kalau centaur termasuk bestialy ga? soal gak bisa membayangkan juga manusia sama centaur. Atau manusia sama ikan duyung.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk memberi komentar :)